Join ke Toraja Bareng Alumni IRM/IPM

Oktober 2013
Wahh, ini adalah kali pertama aku melakukan perjalanan yang cukup jauh. Mengunjungi sebuah daerah yang terletak di pegunungan bagian utara provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Tana Toraja merupakan hal yang tak pernah aku duga sebelumnya. Hanya karena daerah yang satu ini memiliki peninggalan sejarah dan budaya yang unik sehingga tak ada waktu berpikir panjang untuk berkunjung ke daerah ini.

Aku tinggal di provinsi Sulawesi Selatan daerah Gowa, yang memiliki jarak tempuh waktu sekitar 10 jam hingga sampai ke Tana Toraja dengan menggunakan bis sebagai kendaraan yang membawa kami. Bersama dengan pasukan alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah, kami mulai start di waktu pagi sekitar jam 10 dan tiba di waktu malam jam 9. Berbicara mengenai perjalanan kami dengan menempuh waktu berjam-jam, kami menikmati perjalanan yang disertai dengan canda dan tawa para penghuni bis. Memang cukup melelahkan duduk menyaksikan panorama-panorama indah disetiap lekukan-lekukan kota. Persawahan yang membentang luas bermandi hijau, melewati gedung-gedung yang menjulang tinggi, bukit-bukit dikejauhan sana dengan lekukannya yang rapi tertutup embun, hingga pada aspal jalan yang naik turun dan berkelok-kelok membuat hati sedikit was-was.

Tujuan kami mengunjungi daerah ini, bukan semata-mata untuk berwisata atau bersenang-senang belaka, tapi untuk bersilaturahmi dan mengadakan syawalan sehabis lebaran Idul Fitri. Dan yang paling menyenangkan pula karena baru kali ini aku melakukan perjalanan yang cukup jauh bersama Ayah tercinta yang notabene adalah alumni IRM. Bersama dengan Ayah, aku menikmati panorama-panorama alam di Tana Toraja.

Sebelum aku menceritakan pengalaman yang paling seru, ada baiknya kalau aku sedikit memperkenalkan daerah Tana Toraja ini. Tana Toraja ini, juga dikenal sebagai tana para raja. Bagaimana tidak, zaman dahulu tana toraja merupakan tempat tinggal para raja. Sehingga mengundang banyak para wisatawan untuk berkunjung kedaerah ini, baik nusantara maupun manca negara. Siapa yang tak kenal dengan daerah ini. Daerah yang memiliki 25 obyek wisata, diantaranya berupa obyek wisata budaya, obyek wisata alam dan obyek wisata minat khusus. Namun demikian, masih banyak tempat-tempat lain di Tana Toraja yang tidak kalah menariknya dan patut untuk dikembangkan. Obyek wisata yang paling populer di Kabupaten Tana Toraja antara lain Lemo dan Kambira.

Sebenarnya, aku tak dapat mengelilingi berbagai macam objek-objek wisata yang telah berkembang di daerah tersebut, karena kami tak punya banyak waktu untuk berkeliling dan menyaksikan langsung keindahan-keindahan budaya yang unik dari daerah Tana Toraja. Padahal, aku bermaksud  Meskipun begitu, karena kekagumanku akan nilai-nilai sejarah yang terkandung didalamnya hingga aku berusaha untuk terus mengkaji dan mempelajari budaya tana toraja.

Kami menghabiskan banyak waktu berada di bis. Bayangkan saja bagaimana lelahnya kami duduk berjam-jam diatas mobil. Ketika rasa lapar yang mulai meliuk-liuk di lambung, kami harus menghentikan sejenak perjalanan untuk beristirahat menyantap bekal yang di bawah dari rumah sekaligus untuk melaksanakan ibadah sholat di sebuah masjid. Hingga sampai saatnya kami melanjutkan perjalanan yang masih jauh.

Kami sampai di Toraja sekitar pukul 9 malam. Mobil berhenti tepat di depan hotel (entah hotel apa, lupa namanya). Kami sempatkan untuk makan bersama dengan ayahanda Muhammadiyah dan Ibunda Aisyiah. Awalnya, ku kira akan menginap di hotel mewah itu, namun ternyata kami akan berangkat ke Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM) Toraja.

Sungguh luar biasa Pusdam Toraja. Entah bagaimana menggambarkannya kalau bangunannya sangat dan hampir mirip sebuah hotel. Namun, letak pusdam yang begitu strategis dengan pasar babi, bakso babi, gereja, dll.. Ketika kita menengok ke sebelah kiri, terdapat pasar yang disana terdapat babi yang digantung, ueek.. Melirik ke depan tepampang lebar tulisan di gerobak bakso, BAKSO BABI, ueekk.. :p.. Merusak Pemandangan.

  • dilabahar

    I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

    Related Posts

    Itinerary Healing Akhir Tahun: 3 Hari 2 Malam di Singapore yang Santai & Anti Ribet

    Akhir tahun sering terasa melelahkan. Kamu ingin menjeda sejenak, mengembalikan energi, sambil menikmati momen liburan yang simpel tapi tetap berkesan. 3 Hari 2 Malam di Singapore bisa jadi pilihan paling…

    Panduan Road Trip Keluarga Saat Libur Natal & Tahun Baru

    Road trip keluarga saat libur Natal & Tahun Baru selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu. Kamu ingin menghabiskan waktu bersama orang-orang terdekat, menikmati perjalanan, dan pulang dengan cerita baru. Kita ingin…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Beban Ganda Korban KBGO: Dampak Psikologis “Luring” dari Serangan “Daring”

    Beban Ganda Korban KBGO: Dampak Psikologis “Luring” dari Serangan “Daring”

    Mengenal 10 Jenis Alat Berat untuk Proyek Jalan Tol dan Fungsinya

    Mengenal 10 Jenis Alat Berat untuk Proyek Jalan Tol dan Fungsinya

    Kenapa Rayap Makan Kayu? Memahami Biologi Sang “Silent Killer” di Rumah Kamu

    Kenapa Rayap Makan Kayu? Memahami Biologi Sang “Silent Killer” di Rumah Kamu

    Cara Menghitung Dana Darurat Sebelum Mudik Lebaran

    Cara Menghitung Dana Darurat Sebelum Mudik Lebaran

    Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Dehidrasi

    Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Dehidrasi

    Drama “Anabul GTM”, Pengalaman Konsultasi Nutrisi Lewat WhatsApp HaloBOLT!

    Drama “Anabul GTM”, Pengalaman Konsultasi Nutrisi Lewat WhatsApp HaloBOLT!