Pada awal 2025, polisi mengungkap sebuah kasus yang cukup mengerikan. Seorang pria ditangkap karena mengelola sejumlah kanal Telegram yang berisi ribuan konten pornografi anak. Kanal-kanal tersebut memiliki anggota yang tidak sedikit. Untuk bergabung, orang hanya perlu membayar sejumlah uang. Lebih dari 13.000 video ditemukan dalam koleksi pelaku. Sebagian konten berasal dari internet, sebagian lain dikumpulkan …









