Cara Menghitung Dana Darurat Sebelum Mudik Lebaran

Cara menghitung dana darurat sering kali baru terpikirkan pas kita lagi asyik scrolling tiket kereta atau pesawat yang harganya sudah nggak masuk akal. Rasanya tuh kayak lagi seru-serunya ngebayangin makan opor di rumah nenek, tapi tiba-tiba teringat saldo rekening yang sebenarnya lagi “meringis” karena banyak pengeluaran tak terduga.

Kita semua pasti paham rasanya pengen banget flexing tipis-tipis di depan sepupu saat mudik nanti, tapi di sisi lain ada ketakutan kalau sehabis Lebaran hidup malah jadi luntang-lantung karena dana simpanan ludes nggak bersisa.

Memang agak dilema sih antara mau totalitas ngerayain kemenangan atau tetap realistis menjaga napas finansial tetap panjang sampai tanggal gajian berikutnya tiba.

Apa Itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah simpanan dana yang sengaja disisihkan untuk menghadapi situasi yang nggak terduga dan bersifat mendesak. Bayangkan kalau tiba-tiba mobil kamu mogok di tengah jalan tol saat mudik, atau amit-amit ada anggota keluarga yang jatuh sakit pas lagi di kampung.

Tanpa dana ini, kamu bakal terpaksa mengutak-atik tabungan masa depan atau—yang paling kita hindari—pakai kartu kredit secara impulsif.

Dana darurat ini berfungsi sebagai safety net. Dia bukan buat beli baju Lebaran baru atau ganti smartphone supaya terlihat keren di depan sepupu.

Fungsinya menjaga agar hidup kamu tetap berjalan normal saat ada badai finansial yang tiba-tiba datang tanpa permisi.

Dana Darurat untuk Apa Saja Sih Sebenarnya?

Dana darurat untuk apa saja sih kegunaannya? Apakah bayar tagihan listrik yang menunggak termasuk darurat? Jawabannya: No. Dana darurat itu untuk hal-hal yang sifatnya urgent, unpredictable, dan unavoidable.

Beberapa skenario yang masuk kategori darurat saat musim mudik antara lain:

  • Biaya Medis Mendadak: Cuaca yang nggak menentu atau kelelahan saat perjalanan bisa bikin drop.
  • Kerusakan Kendaraan: Ban pecah, mesin overheat, atau insiden kecil di jalan yang butuh perbaikan segera.
  • Kenaikan Biaya Tak Terduga: Misalnya kamu tertahan lebih lama di kampung karena urusan mendesak, sehingga harus beli tiket pulang tambahan yang harganya sudah melambung.
  • Kehilangan Barang: Meskipun kita berharap nggak terjadi, kehilangan dompet atau barang berharga butuh dana talangan cepat untuk pengurusan dokumen atau kebutuhan dasar.

BACA JUGA: 8 Cara Mengatur Keuangan Bulanan yang Sehat dan Lebih Terkontrol

Berapa Persen Dana Darurat dari Gaji yang Harus Disisihkan?

Dana darurat idealnya dialokasikan setiap bulan berkisar antara 10% hingga 20%. Namun, kalau kamu baru mau mulai dan Lebaran tinggal menghitung bulan, kamu mungkin perlu lebih agresif dalam menabung.

Misalnya, gaji kamu Rp10.000.000 per bulan. Kalau kamu konsisten menyisihkan 15%, berarti ada Rp1.500.000 yang masuk ke pos darurat. Dalam waktu 6 bulan, kamu sudah punya Rp9.000.000.

Jumlah ini mungkin terlihat kecil, tapi percayalah, ini bakal jadi lifesaver saat kamu berada di situasi sulit. Kuncinya adalah disiplin dan jangan sampai tergoda buat “pinjam” dari pos ini untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif.

Menentukan Angka Dana Darurat Ideal Kamu

Setiap orang punya standar yang beda-beda. Dana darurat ideal buat kamu yang masih single tentu beda dengan mereka yang sudah punya anak dua. Secara umum, para perencana keuangan menyarankan kamu punya cadangan sebesar 3 sampai 6 kali pengeluaran bulanan.

Kalau kamu mudik, kamu harus menghitung pengeluaran rutin di kota asal ditambah estimasi pengeluaran ekstra di kampung. Jangan sampai dana yang seharusnya buat bayar kosan atau cicilan bulan depan malah habis buat traktir keluarga besar.

Pastikan kamu sudah mengamankan biaya hidup minimal 3 bulan ke depan sebelum memutuskan untuk “jor-joran” saat Lebaran.

Contoh Dana Darurat dalam Simulasi Nyata

Supaya kamu punya gambaran yang lebih clear, mari kita lihat contoh dana darurat sederhana. Misalkan pengeluaran rutin kamu setiap bulan adalah Rp5.000.000 (makan, transportasi, tagihan).

  • Jika kamu single, target minimal kamu adalah Rp15.000.000 (3 x Rp5jt).
  • Jika kamu sudah berkeluarga, targetnya bisa naik jadi Rp30.000.000 (6 x Rp5jt).

Nah, sebelum mudik, pastikan saldo di rekening darurat kamu sudah menyentuh angka minimal tersebut. Jika belum, kamu harus mulai mengerem pengeluaran yang nggak perlu dari sekarang.

Ingat, gengsi di depan saudara itu sementara, tapi pusing karena saldo nol itu bisa berbulan-bulan.

Step-by-Step Cara Mengumpulkan Dana Darurat dengan Cepat

Mengingat waktu menuju Lebaran biasanya berjalan sangat cepat, kamu butuh strategi yang smart. Berikut adalah cara mengumpulkan dana darurat yang bisa kamu praktekkan segera:

  1. Audit Pengeluaran: Cek mutasi rekening kamu sebulan terakhir. Berapa banyak yang habis buat kopi kekinian atau langganan streaming yang jarang ditonton? Cut yang nggak perlu.
  2. Otomatisasi Tabungan: Setel auto-debit begitu gaji masuk. Jangan nunggu sisa di akhir bulan, karena biasanya nggak bakal ada sisanya.
  3. Cari Side Hustle: Kalau gaji utama sudah mepet, coba cari proyek sampingan. Manfaatkan skill kamu, entah itu desain, menulis, atau jualan preloved items.
  4. Simpan Bonus/THR: Begitu THR cair, jangan langsung dihabiskan. Alokasikan minimal 30-50% langsung ke dana darurat sebelum dipakai buat beli baju baru atau hampers.

Tips Menjaga Dana Darurat Tetap Aman Selama Mudik

Selama perjalanan mudik, godaan untuk memakai dana darurat itu besar banget. Kamu mungkin bakal merasa “Ah, mumpung lagi di kampung, sekali-sekali lah”. Stop right there.

  • Pisahkan Rekening: Jangan satukan dana darurat dengan rekening utama yang kamu pakai buat transaksi sehari-hari. Gunakan bank digital atau rekening tanpa biaya admin yang aksesnya agak “ribet” biar nggak gampang diambil.
  • Catat Pengeluaran Real-time: Pakai aplikasi pengatur keuangan di HP kamu. Begitu keluar uang, langsung catat. Ini bikin kamu sadar secara psikologis kalau uangmu mulai menipis.
  • Tetapkan Budget Hiburan: Pisahkan mana budget buat senang-senang dan mana yang benar-benar cadangan darurat.

Menyiapkan masa depan finansial memang butuh pengorbanan di masa sekarang. Tapi bayangkan betapa tenangnya pikiran kamu saat duduk di kereta atau menyetir mobil menuju kampung halaman, tahu bahwa apa pun yang terjadi, kamu sudah punya “ban serep” keuangan yang solid. Jangan sampai momen kemenangan di hari raya ternoda karena kurangnya persiapan. Segera terapkan cara menghitung dana darurat ini agar mudik kamu tahun ini jadi lebih berkesan dan bebas dari rasa cemas.

Gimana, sudah siap buat cek saldo dan mulai menghitung?

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Related Posts

8 Cara Mengatur Keuangan Bulanan yang Sehat dan Lebih Terkontrol

Cara mengatur keuangan bulanan yang sehat sebenarnya bukan cuma soal rajin mencatat pemasukan dan pengeluaran. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kamu membentuk kebiasaan mengelola uang yang masuk akal dan…

Kenapa Uang Selalu Habis? Ini Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan yang Sering Kamu Abaikan

Perbedaan kebutuhan dan keinginan sering jadi alasan kenapa uang kamu terasa cepat habis, padahal merasa nggak belanja yang aneh-aneh.  Gaji baru masuk, tapi beberapa minggu kemudian saldo sudah menipis. Akhirnya…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Cara Menghitung Dana Darurat Sebelum Mudik Lebaran

Cara Menghitung Dana Darurat Sebelum Mudik Lebaran

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Dehidrasi

Waktu Terbaik Olahraga Saat Puasa Tanpa Bikin Dehidrasi

Drama “Anabul GTM”, Pengalaman Konsultasi Nutrisi Lewat WhatsApp HaloBOLT!

Drama “Anabul GTM”, Pengalaman Konsultasi Nutrisi Lewat WhatsApp HaloBOLT!

Hemat Listrik Saat Baking! Ini 5 Keunggulan Oven Listrik Low Watt

Hemat Listrik Saat Baking! Ini 5 Keunggulan Oven Listrik Low Watt

Cara Mengamankan Affiliate Link Saat Berbagi di Media Sosial

Cara Mengamankan Affiliate Link Saat Berbagi di Media Sosial

10 Universitas Terbaik di China yang Menjadi Incaran Mahasiswa Internasional 

10 Universitas Terbaik di China yang Menjadi Incaran Mahasiswa Internasional