Article Finansial

Mengatasi Beban Keuangan Generasi Sandwich: Bisa Yuk Punya Tabungan!

Halo, generasi sandwich! Siapa nih yang kemarin pengen banget ikutan war tiket Coldplay, tapi mikir seribu kali karena teringat kebutuhan finansial yang lebih mendesak? I totally get it! 

Ketika di satu sisi kamu menopang keuangan orang tua dan di sisi lain mempersiapkan masa depan kamu sendiri, keuangan bisa jadi seperti misteri yang sulit dipecahkan. 

Tapi jangan khawatir, kita akan sama-sama mengungkap rahasia-rahasia jitu tentang cara mengelola keuangan khusus bagi kamu si sandwich generation yang pundaknya setangguh Titan! 😁

Jadi, sambil menyiapkan playlist Coldplay favoritmu, mari kita belajar sama-sama cara cerdas untuk mengatur keuangan sebagai anggota generasi sandwich!

Apa Itu Generasi Sandwich?

Ketika membicarakan pengelolaan uang, ada satu kelompok generasi yang perlu diperhatikan dengan lebih serius. Yaitu generasi sandwich. Mungkin sebagian dari kamu belum familiar dengan istilah ini. Jadi, apa yang dimaksud dengan generasi sandwich?

Generasi sandwich merujuk pada generasi yang menemui tantangan unik dalam mengelola keuangan mereka. Mereka merasa “diperas” di antara tanggung jawab finansial terhadap orang tua mereka yang membutuhkan perhatian dan dukungan. Sementara juga harus memenuhi kebutuhan keluarga mereka sendiri, seperti anak-anak yang masih bergantung pada mereka.

Money Advice Service (2021) telah melakukan penelitian tentang kondisi generasi sandwich di UK. Dalam penelitian tersebut, mereka mewawancarai 2.245 orang dan melakukan sepuluh wawancara mendalam untuk memahami situasi generasi sandwich lebih lanjut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seperempat dari orang dewasa di Inggris pernah menjadi generasi sandwich, dan 10 persen dari mereka kesulitan menghadapi situasi tersebut. Ada berbagai jenis perawatan dan dukungan yang diberikan oleh generasi sandwich, dan lebih dari separuh dari mereka (54%) memberikan dukungan finansial dan waktu.

Selain itu, memberikan perawatan sandwich bisa memberikan dampak negatif pada kesejahteraan emosional mereka. Dalam penelitian tersebut, dua pertiga dari mereka (66%) mengatakan bahwa menanggung dua generasi berdampak negatif pada kesehatan emosional mereka. Selain itu, menjadi generasi sandwich juga bisa menjadi beban finansial yang besar. Separuh dari mereka yang memberikan dukungan finansial memperkirakan bahwa mereka menghabiskan hingga £10.400 setiap tahun untuk merawat dua generasi secara bersamaan.

Karena beban perawatan yang tinggi dan waktu yang terbatas, generasi sandwich seringkali kesulitan merencanakan keuangan untuk masa depan mereka sendiri. Meskipun banyak dari mereka (61%) berhasil menabung secara teratur, namun jumlah yang menyisihkan uang untuk masa depan jangka panjang lebih sedikit (50%). Mereka seringkali harus mengorbankan tabungan mereka untuk menanggung keluarga.

Mengapa Penting Sandwich Generation untuk Mengelola Keuangan?

Ini bukan hanya tentang menjaga keseimbangan keuangan pribadi. Tetapi juga memastikan bahwa kamu dapat memberikan dukungan finansial yang memadai untuk kedua generasi yang ada di tengah-tengah kamu. 

Berikut adalah beberapa alasan mengapa pengelolaan keuangan yang bijak menjadi begitu penting bagi sandwich generation:

1. Tanggung Jawab Terhadap Orang Tua

Sebagai anggota sandwich generation, kamu mungkin bertanggung jawab untuk memberikan dukungan finansial kepada orang tua yang membutuhkan perhatian ekstra. Seperti biaya kesehatan, perawatan, atau kebutuhan sehari-hari. 

Dengan mengelola keuangan dengan baik, kamu dapat memastikan bahwa kamu memiliki sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka tanpa mengorbankan kebutuhan pribadi kamu.

2. Mendidik Anak dan Masa Depan Mereka

Di sisi lain, kamu juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan anak-anak kamu. Biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari mereka harus dipertimbangkan dengan cermat. 

Dengan mengelola keuangan dengan bijak, kamu dapat memastikan bahwa mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan persiapan yang memadai untuk masa depan mereka.

3. Menjaga Keseimbangan Emosional

Tentu saja, menghadapi tekanan finansial dari dua arah dapat menimbulkan stres dan ketegangan emosional. Terkadang, ketika sudah merasa lelah, ingin menyerah, emosi tidak stabil, bisa memicu perdebatan di antara keluarga. Pada akhirnya bisa berdampak pada renggangnya hubungan antar anggota keluarga.

Nah, jika kamu bisa kelola keuangan dengan baik, kamu bisa mengurangi beban finansial dan memberikan stabilitas emosional bagi diri sendiri dan keluarga kamu. 

Generasi Sandwich Masih Bisa Punya Tabungan, Begini Caranya

Sebagai generasi sandwich, sering kali kita merasa seperti mendapatkan gaji setiap bulan hanya untuk melihatnya lenyap dalam sekejap. Seolah-olah tabungan adalah sesuatu yang mustahil untuk kita miliki.

Eits, jangan putus asa dulu. Nyatanya, generasi sandwich masih bisa kok punya tabungan. Bahkan jika gaji kamu belum mencapai dua digit. Penasaran gimana caranya? Berikut tipsnya!

1. Buat Rencana Keuangan

Sebagai generasi sandwich, penting untuk memulai dengan membuat rencana keuangan yang jelas. Langkah pertama adalah mengidentifikasi sumber pendapatan dan pengeluaran secara terperinci. 

Buatlah daftar pendapatan bulananmu, termasuk gaji, penghasilan pasif, atau penghasilan lainnya. Selanjutnya, tinjau pengeluaran bulananmu dengan seksama. Catatlah setiap biaya rutin seperti tagihan, pembayaran hutang, pengeluaran makanan, transportasi, pendidikan anak, perawatan kesehatan, dan lain sebagainya. 

Dengan melihat gambaran yang jelas tentang arus kasmu, kamu dapat mengidentifikasi area mana yang dapat dioptimalkan dan di mana kamu perlu melakukan penyesuaian.

Selanjutnya, tetapkan tujuan keuangan jangka pendek dan jangka panjang. Mungkin kamu mau menyisihkan sejumlah dana setiap bulan untuk tabungan pendidikan anak atau mempersiapkan pensiunmu. Nah, dengan menetapkan tujuan yang spesifik, akan memberimu fokus dan motivasi dalam mengelola keuanganmu. Pastikan untuk menetapkan target yang realistis dan terukur agar kamu dapat melacak kemajuanmu.

Dengan memiliki rencana keuangan yang baik, kamu dapat mengalokasikan dana dengan bijak. Prioritaskan pengeluaran yang benar-benar penting dan sesuai dengan tujuanmu. Hindari godaan untuk mengambil keputusan keuangan yang impulsif. Sebelum membeli sesuatu yang diinginkan, pertimbangkan apakah itu benar-benar dibutuhkan atau apakah ada alternatif yang lebih terjangkau.

Selain itu, penting juga untuk terus memantau dan meninjau rencana keuanganmu secara berkala. Perubahan dalam situasi keuanganmu atau perubahan dalam kebutuhan keluarga dapat mempengaruhi rencana keuanganmu, loh!

2. Prioritaskan Kebutuhan

Kalau anggaran kamu terbatas, jangan deh coba-coba buat beli perintilan yang tidak penting. Pastikan bahwa kebutuhan finansial orang tua dan anak-anak kamu terpenuhi dengan baik sebelum mempertimbangkan pengeluaran yang tidak penting. Catat!

Kebutuhan orang tua adalah salah satu prioritas utama. Pastikan mereka memiliki akses yang memadai terhadap perawatan kesehatan, pengeluaran sehari-hari seperti makanan, sandang, dan tempat tinggal yang aman dan nyaman. 

Jika ada kebutuhan khusus seperti biaya perawatan kesehatan atau dukungan keuangan yang diperlukan, alokasikan dana yang cukup untuk memenuhinya. Selain itu, pertimbangkan juga kebutuhan transportasi, biaya obat-obatan, dan pengeluaran rutin lainnya yang terkait dengan kesejahteraan mereka.

Selain kebutuhan orang tua, pastikan juga kebutuhan finansial anak-anak kamu terpenuhi dengan baik. Fokus pada pendidikan mereka dengan mengalokasikan dana untuk biaya sekolah, buku, seragam, dan kegiatan ekstrakurikuler. 

Jangan lupakan kebutuhan kesehatan dan nutrisi mereka juga. Ingatlah bahwa anak-anak adalah investasi masa depan, jadi berikan dukungan yang memadai agar mereka dapat berkembang dengan baik.

Setelah memastikan kebutuhan dasar kedua generasi tersebut terpenuhi, barulah kamu bisa mempertimbangkan pengeluaran yang tidak penting. Ini termasuk hiburan, liburan, atau barang-barang mewah yang bukan merupakan kebutuhan pokok. 

Tetapi, ingatlah untuk tetap bijak dalam mengalokasikan dana untuk hal-hal tersebut. Mungkin kamu perlu membuat anggaran terpisah atau menyisihkan sebagian pendapatanmu untuk hal-hal tersebut tanpa mengorbankan kebutuhan utama.

Selain itu, jangan lupa untuk mempertimbangkan perlindungan keuangan untuk dirimu sendiri. Asuransi kesehatan, jiwa, dan asuransi pendapatan bisa menjadi bagian penting dalam rencana keuanganmu. Ini akan melindungi kamu dari risiko finansial yang tak terduga dan memberikan rasa aman dalam menjalani kehidupan sebagai generasi sandwich.

3. Tetap Jaga Keseimbangan

Meskipun tanggung jawab finansial pada kedua generasi tersebut bisa sangat menuntut, tetaplah ingat bahwa menjaga kestabilan keuangan pribadi juga merupakan hal yang penting. Hindari mengorbankan sepenuhnya kebutuhan pribadi kamu, karena ini dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik kamu.

  • Tetapkan Batas yang Realistis

Kenali keterbatasan keuanganmu dan pahami apa yang bisa kamu lakukan dan apa yang tidak. Jangan memaksakan diri untuk memberikan dukungan finansial yang melebihi kemampuanmu. 

Penting untuk melakukan evaluasi terhadap situasi keuangan secara berkala dan menyesuaikan dukungan yang diberikan jika perlu. Jika kamu merasa kewalahan atau perlu mengurangi beban keuangan, jangan ragu untuk mencari bantuan dari keluarga lain atau sumber-sumber eksternal seperti program bantuan pemerintah atau organisasi sosial yang relevan.

  • Terbuka dengan Semua Anggota Keluarga

Selain itu, penting untuk berkomunikasi dengan baik dengan semua anggota keluarga. Buka dialog tentang keadaan keuangan keluarga, harapan, dan batasan yang ada. Ajak orang tua dan anak-anak kamu dalam proses perencanaan keuangan. 

Dengan berbicara terbuka dan jujur, kamu dapat mencapai pemahaman bersama tentang situasi finansial dan menemukan solusi yang paling memadai bagi semua pihak. Ini juga membantu menghindari konflik dan menjaga hubungan keluarga yang harmonis.

  • Jangan Lupakan Diri Sendiri

Sisihkan waktu dan sumber daya untuk menjaga kesejahteraanmu sendiri. Pertahankan kegiatan atau hobi yang memberikan kepuasan pribadi dan membantu mengurangi stres. 

Prioritaskan kesehatan fisik dan mentalmu dengan menjaga pola makan yang sehat, berolahraga secara teratur, dan mengatur waktu istirahat yang cukup. Jika diperlukan, pertimbangkan untuk mengalokasikan sebagian dana untuk perawatan diri sendiri seperti spa atau relaksasi lainnya. Ingatlah bahwa kamu juga berhak merawat diri sendiri dan menjalani kehidupan yang memadai.

4. Manfaatkan Sumber Daya yang Ada

Penting untuk memanfaatkan sumber daya yang ada dalam komunitas kamu untuk membantu mengelola keuangan dengan lebih efektif. Ada beberapa program bantuan keuangan dan asuransi kesehatan yang mungkin dapat membantu mengatasi biaya kesehatan orang tua atau anak-anak kamu. Misalnya mengurus BPJS Kesehatan.

Program BPJS kesehatan, bantuan tunai bagi keluarga dengan pendapatan rendah, atau program bantuan pendidikan dapat memberikan bantuan finansial yang signifikan bagi generasi sandwich. Manfaatkan program-program tersebut dan jangan ragu apalagi malu untuk mendaftar demi meringankan keuangan keluarga. 

5. Sisihkan Cadangan Dana Darurat

Memiliki cadangan dana darurat adalah langkah penting dalam mengelola keuangan sebagai generasi sandwich. Kejadian tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, krisis kesehatan, atau perbaikan mendadak bisa terjadi kapan saja. Oleh karena itu, penting untuk mempersiapkan dana darurat yang cukup untuk menghadapi situasi darurat tersebut.

Usahakan untuk menyisihkan sebagian pendapatan kamu setiap bulan untuk dana darurat. Tentukan target jumlah yang ingin kamu kumpulkan, misalnya tiga hingga enam bulan biaya hidup. Hal ini memberikan jaminan keuangan dalam menghadapi kejadian tak terduga dan memberikan rasa aman dalam menjalani kehidupan kamu sehari-hari. Jika terjadi situasi darurat, kamu tidak perlu khawatir atau terjebak dalam hutang.

Misalnya nih, kamu punya gaji 7 juta per bulan. Disarankan untuk menyisihkan minimal 10% hingga 20% dari penghasilan bulananmu. Jadi, jika kamu menyisihkan 10% dari gaji 7 juta per bulan, maka akan ada Rp 700.000 yang dialokasikan untuk dana darurat.

Dengan memiliki cadangan dana darurat, kamu dapat merasa lebih aman dan siap menghadapi kejadian tak terduga. Ini memberikan ketenangan pikiran dan membantu menjaga stabilitas keuanganmu serta keamanan finansial keluarga dalam situasi yang tidak terduga.

6. Tingkatkan Penghasilan

“Kenapa ya tiap kali gajian, kok habisnya cepet banget ya? Padahal sudah merencanakan keuangan, memprioritaskan kebutuhan, dan bahkan sudah mencoba mengurangi pengeluaran.” Nah, itu artinya langkah terakhir yang kamu perlukan adalah meningkatkan penghasilan. Ini adalah langkah penting bagi generasi sandwich untuk membangun tabungan dan mencapai keamanan finansial. 

Beberapa cara yang dapat kamu ambil misalnya, menjalankan usaha sampingan yang sesuai dengan keahlian dan minat. Melalui usaha sampingan, seperti usaha makanan atau jasa desain, kamu dapat menghasilkan pendapatan tambahan yang dapat dialokasikan ke tabungan. 

BACA JUGA : 5 Ide Bisnis Rumahan di Era Digital

Selain itu, kamu juga bisa mengambil pekerjaan paruh waktu yang sesuai jadwal dan keahlian. Misalnya, menjadi tutor atau penulis lepas, juga dapat memberikan penghasilan tambahan tanpa mengganggu tanggung jawab utama. 

Tak hanya itu, kamu juga bisa memanfaatkan keahlian atau hobi untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Misalnya, tampil di acara musik atau menjual karya seni secara online. 

Oh iya kamu juga bisa meningkatkan keterampilan dalam karirmu saat ini melalui pelatihan atau kursus dapat membuka peluang promosi atau pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi di masa depan. 

Penutup

Jadi, buat kamu yang jadi generasi sandwich, gak usah khawatir soal cara mengatur keuangan. Dengan tips-tips tadi, kamu bisa bikin keuanganmu stabil dan tetap bisa nabung. Ingat, yang penting itu rencana yang jelas, tahu prioritas yang benar, dan bisa menyeimbangkan antara bantu orang tua dan anak-anak kamu sambil jaga keuanganmu sendiri. Yuk, mulai sekarang, jadi pahlawan keuangan buat keluargamu!

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

28 Komentar

  1. Terimakasih atas panduan keuangan yang sangat informatif! Bermanfaat sekali untuk generasi sandwich seperti saya.

  2. hohooo aku ngerasaain banget iniiiiii…. ngurusin ibuku trus ditambah bayar cicilannya buat renove rumah ibu berat tapi alhamdulillah selalu ada kemudahan

  3. Gusti Afriansyah menulis:

    Kebetulan saya jadi generasi sandwich ketika ayah meninggal. Alhamdulillah, selalu saja ada rezeky tambahan selain pekerjaan utama. Ikhlas dan tetap mengelola keuangan semaksimal mungkin, insyaallah akan ada jalan yang selalu menyertai

  4. Jadi generasi sandwich tanpa merasa terbebani itu nggak mudah ya. Semoga dengan berjalannya waktu bisa terasa ringan dan lancar segala sesuatunya

  5. Sepertinya tidak hanya generasi sandwich si kak, Generasi Y juga masih belum bisa menabung banyak nih kak.. Tapi terimakasih tipsnya, sungguh bermanfaat untuk anak anak muda saat ini.

  6. Walaupun aku bukan generasi sandwich. Aku bisa membayangkan bagaimana perjuangan mereka yang harus menanggung banyak kebutuhan di luar kebutuhannya sendiri. Makanya menabung jadi tantangan tersendiri untuk generasi ini. Melihat mereka bisa jadi pengingat bahwa kondisi setiap orang berbeda-beda sehingga nggak adil kalau kita pamer bisa ini-itu diumur sekian.

  7. salut sih sama generasi sandwich, bekerja selain untuk kebutuhan sendiri tapi untuk kebutuhan keluarga masyaallah pahalanya mengalir terus. ngomingin mengatur keuangan emang harus dimanagae mana pengeluaran kebutuhan sendiri, mana pengeluaran untuk keluarga mana untuk tabungan masa depan. asal jangan kalap sama yang namanya self reward aja

  8. Mengelola keuangan untuk masa depan memang harus dilakukan oleh semua orang termasuk oleh generasi sandwich, karena mereka juga akan memiliki kehidupan dan tanggung jawab besar di masa akan datang.

  9. dulu kupikir aku bukan generasi sandwich. tapi setelah menikah, akhirnya mengalami juga hal ini.
    semoga bisa kuat dan sanggup nabung lah ya. pokoknya demi masa depan lebih baik

  10. Generasi saat ini menanggung beban yang relatif besar untuk diri sendiri dan keluarga. Pengaturan diri dan manajemen keuangan yang baik dibutuhkan menghadapi hal tersebut.

  11. Sepakat, perencanaan keuangan itu penting dan dapat membedakan kebutuhan dan keinginan, beda tipis kadang antara kebituhan dan keinginan itu

  12. Komunikasi menjadi kunci utama. Aku dan generasi sandwich lainnya mungkin punya tanggung jawab terhadap orang tua. Kadang kalau nggak dikomunikasikan suka serba salah. Pas ortu ada kebutuhan, uang nggak ada. Terpaksa minjam, yang akhirnya malah menyebabkan masalah baru.

  13. Wah keren bgt kak insightnya. Memang berat ya, tapi biasanya Allah lebihkan rezekinya. Ladang pahala juga 🙂 semoga sebisa mungkin bisa nabung dan merdeka finansial hingga menua nanti

  14. Sebenarnya orang tua tidak pernah meminta dibiayai karena itu memang kewajiban anak, khususnya anak lelaki terhadap ortunya. Jadi, mengatur rencana keuangan adalah solusi pertama agar kondisi finansial selalu terjaga.

  15. nampaknya baik generasi milenial maupun Z gak ada yang lepas jadi generasi sandwich karena faktor ekonomi keluarga. selain komunikasi, faktor yang utama adalah meningkatkan penghasilan dan ini cara paling realistis menurut saya

  16. Tantangan tersendiri bagi generasi sandwich untuk bisa mengelola keuangan bahkan menyisihkan dalam bentuk tabungan. Harus terperinci, tidak bisa jika lebih banyak pengeluaran daripada pendapatan. Tapi jika diniatkan baik, ada keterbukaan dengan keluarga, insyaAllah selalu ada jalannya

  17. Rasanya memang berat sekali menjadi sandwich generation. Tapi insyaAllah akan selalu ada rezekinya jika bisa dijalankan dengan ikhlas

  18. Alhamdulillah aku bukan termasuk generasi sandwich ini tapi memang adakalanya keluarga besar butuh bantuan juga, dan kurasa tips-tipsnya tetap bermanfaat. Terima kasih sharing nya ya

  19. Generasi Sandwich memang serba bisa biar orang tua dan keluarga sama-sama tercukupi kebutuhannya, ya. Yap! Pengelolaan keuangan sangat wajib diperlukan.

  20. Salut sih buat para generasi sandwich. Beban yg harus dipikul memang berat. Semoga dgn keikhlasan, nanti akan ada banyak hal baik menanti.

  21. semangat terus untuk para generasi sandwich. semoga diberikan pasangan yang support lahir batin, biar bisa terus semangat dan kuat

  22. Fenni Bungsu menulis:

    Jaga keseimbangan dan tentunya jaga kesehatan juga.
    Jangan terlalu ngoyo dan jangan lupa buat bahagia. Semangat generasi sandwich

  23. Era menulis:

    CIta-cita terbesar adalah untuk memutuskan rantai generasi sandwich. Semoga cukup sampai di kita saja ya. Dan memang benar, perencanaan keuangan sangat penting, begitu pula dengan perencanaan pernikahan dan anak.

  24. Penting banget kak dalam mengelola keuangan karena hidup akan lebih nyaman, aman, dan bermakna di masa depan

  25. SHalikah menulis:

    Dilema istilah generasi sandwich. Di satu sisi, sebenarnya hal ini bisa dikatakan sebuah peluang ibadah ya, kesempatan menafkahi dan menjaga orangtua. Namun di satu sisi juga harus mengutamakan keluarga kecil yang sedang dibangunnya. Makasi tipsnya ya kak. Semoga kita semua bisa mendapatkan kelapangan rezeki dan bisa menata keuangan dengan baik selalu.

  26. Salah satu dilematisnya Sandwich Generation adalah kehabisan uang untukk kebutuhan diri sendiri, karena uang sudah digunakan untuk menopang yang lainnya, namun berkat adanya tips and trick yang melimpah di berbagai kanal, termasuk blog ini, bisa menjadi solusi dan cara untuk mengatasi problem keuangan yang dialami sandwich generation

  27. gaya hidup sederhana dan memiliki tabungan salah satu ikhtiar untuk bisa bertahan dengan kondisi ekonomi yang unpredictable seperti saat ini. kadang bahan makanan pokok bisa tiba2 naik dan bisa mempengaruhi harga2 lainnya.

  28. Raditya Dika pernah bilang, “kalau kalian gak bisa nambah penghasilan, paling tidak batasi pengeluaran.”
    Kalau dari posisi sandwich generation ini, dia berada di posisi yang kemungkinan besar tak bisa membatasi pengeluaran karena ada saja pengeluaran tak terduga. Maka dari itu, alternatifnya harus cari alternatif pemasukan dari sumber lain.
    Semangat temans yang sedang berada di posisi ini, mudah-mudahan jalannya dipermudah karena yang namanya mengcover finansial orang tua itu salah satu dari ibadah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *