Seputar Beasiswa

Tidak Akrab dengan Dosen? Ini Cara Meminta Surat Rekomendasi Beasiswa

Salah satu persyaratan beasiswa S2 yang seringkali membuat para scholarship hunters kebingungan adalah bagaimana cara meminta surat rekomendasi beasiswa dari dosen. Untuk meminta surat rekomendasi memang tidak mudah jika kamu tidak akrab dengan satu dosen pun di kampus. 

Selain itu, ada cara dan etika agar permintaan surat rekomendasi berjalan lancar. Lantas, bagaimana cara mendapatkan surat rekomendasi untuk beasiswa? Nah, dalam artikel ini saya akan membagikan tips dan pengalaman saya mendapatkan surat rekomendasi beasiswa dari dosen pembimbing saya sewaktu S1 di kampus.

Surat rekomendasi ini saya gunakan untuk mendaftar berbagai beasiswa S2 baik di dalam maupun luar negeri. Dari beberapa beasiswa yang saya daftar, yang lolos administrasi yaitu beasiswa YTB Turki dan beasiswa Kominfo S2 dalam negeri. 

Yuk, simak cara meminta surat rekomendasi dosen berikut ini!

1. Pilih Orang yang Tepat Memberikan Rekomendasi

Pilih orang yang tepat memberikan rekomendasi. Siapa orang tepat itu? Idealnya, pilih seseorang yang memiliki hubungan baik dengan kamu. Baik itu seorang dosen, atasan kerja, ataupun mentor. 

Pastikan mereka mengenal kamu secara pribadi dan profesional sehingga surat rekomendasi kamu bisa memberikan gambaran yang detail tentang kemampuan dan pencapaian yang kamu punya.

Saya mendapatkan surat rekomendasi dari dosen pembimbing saya di kampus. Boleh dibilang kami cukup dekat sebagai dosen dan mahasiswa. Beliau pulalah yang memberikan dukungan untuk melanjutkan beasiswa. 

Tentu saja, bagi saya, mendapatkan surat rekomendasi dari dosen bukanlah hal yang sulit. 

2. Buat Hubungan yang Baik sebelum Meminta Rekomendasi

Sebelum meminta surat rekomendasi, pastikan kamu telah membangun hubungan yang kuat dengan orang yang akan menulisnya. Bagaimana cara membangun hubungan baik dengan dosen? 

Ketika saya masih mahasiswa, saya selalu aktif berpartisipasi dalam kelas, proyek, atau kegiatan ekstrakurikuler. Keaktifan saya di kelas mendapat perhatian dari beberapa dosen saya. 

Apakah saya cari muka? Memang benar. Tidak apa-apa cari muka dan perhatian dari dosen asalkan tidak merugikan mahasiswa lain. Apalagi jika aktivitas cari muka ini meningkatkan kualitas kita sebagai mahasiswa. Itu sah-sah saja. 

Artinya, membangun hubungan baik dengan dosen harus kita mulai saat berstatus sebagai mahasiswa S1. Tunjukkan karya terbaik kita dan biarkan dosen yang menilai kemampuan kita. 

BACA JUGA: Panduan Lengkap Cara Mendaftar Beasiswa: Persiapan Hingga Pengiriman Aplikasi

3. Tuliskan Permintaan dengan Tulus dan Jelas

Saat meminta surat rekomendasi, sertakan alasan mengapa kamu merasa mereka adalah orang yang tepat untuk menulisnya. Jelaskan tujuan beasiswa yang kamu lamar, misalnya ingin meminta surat rekomendasi Beasiswa Unggulan atau surat rekomendasi LPDP.

Tuliskan juga bagaimana dukungan mereka akan sangat berarti bagi perjalanan pendidikan kamu. Pastikan untuk memberikan informasi lengkap mengenai batas waktu pengiriman dan cara pengiriman rekomendasi.

Jika kamu akrab dengan dosen tersebut, kamu bisa langsung mengungkapkan keinginan untuk mendapatkan surat rekomendasi. Namun, jika tidak akrab, kamu bisa mengirimkan surat permintaan melalui e-mail atau whatsApp kepada mereka.

4. Berikan Informasi yang Diperlukan

Jangan biarkan penulis surat rekomendasi kamu mengira-ngira. Sediakan informasi lengkap mengenai beasiswa yang kamu lamar, termasuk persyaratan khusus yang mungkin perlu dicakup dalam surat. Sertakan daftar pencapaian kamu, baik dalam bidang akademis maupun kegiatan ekstrakurikuler, agar surat rekomendasi menjadi lebih substansial.

Berikut contoh surat permintaan yang baik:

Dear Pak/Bu [Nama Dosen],

Selamat Pagi/Siang/Sore,

Saya, [perkenalkan diri kamu, mahasiswa jurusan apa, angkatan berapa]  ingin mengajukan permohonan untuk surat rekomendasi beasiswa [Nama Beasiswa].

Saya memilih Bapak/Ibu karena saya yakin (sebagai dosen pembimbing skripsi saya), pemahaman Bapak/Ibu tentang perkembangan saya di kelas dan luar kelas akan memberikan sudut pandang baru yang dapat dipertimbangkan oleh komite seleksi beasiswa. 

Berikut adalah beberapa informasi tambahan yang mungkin berguna untuk menyusun surat rekomendasi:

1. [Poin-poin kunci mengenai prestasi akademis dan non-akademis kamu]

2. [Hubungan kamu dengan bidang studi yang kamu pilih]

3. [Rencana karier dan bagaimana beasiswa ini akan membantu kamu mencapainya]

Tenggat waktu pengiriman surat rekomendasi adalah [tenggat waktu], dan saya berharap dapat menyusun surat rekomendasi ini bersama Bapak/Ibu sebelum waktu tersebut.

Terima kasih banyak atas waktu dan perhatiannya. Saya sangat menghargai bantuan dan dukungan Bapak/Ibu dalam perjalanan pendidikan saya.

Hormat saya,

[Nama Saya]

Nah, itulah dia cara meminta rekomendasi dosen untuk beasiswa. Meminta surat rekomendasi beasiswa memerlukan perencanaan dan komunikasi yang baik. Jika kamu sedang proses menyusun skripsi, ini adalah kesempatan yang sangat tepat untuk membangun hubungan yang baik dengan dosen pembimbing kamu. Untuk mengetahui contoh surat rekomendasi beasiswa, klik di sini. 

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

14 Komentar

  1. Wah, terima kasih sudah sharing cara meminta surat rekomendasi beasiswa dari dosen. Ternyata benar ya menjadi mahasiswa wajib aktif dalam berbagai atau setidaknya 1 kegiatan kampus. Selain untuk bersosialisasi tentu ini dapat menjadi referensi ke depannya untuk mendaftar macam2. Hubungan baik memang idealnya dibangun tidak dadakan tetapi sedini mungkin supaya natural.

  2. cocok nih trik buat mahasiswa yang ingin surat rekomendasi dengan cepat dan pasti dapat, lumayanlah draft ini bisa dipakai juga untuk yg lain

  3. Bayu menulis:

    Oh begini ya kak caranya ..pas banget lagi mau bikin surat rekomendasi juga nih buat lanjut studi thankyou pengalamannya

  4. Hubungan relasi yang baik adalah kunci dalam berbagai hal, termasuk dalam kuliah.

  5. Ah penting banget jaga hubungan baik sama dosen, surat rekomendasi dari dosen selain buat beasiswa jg bisa buat lamar kerja or lanjut jenjang pendidikan berikutnya lho

  6. Terima kasih atas sharing penuh manfaat ini. Oiyaaa. Tentang cari muka, kiranya gak ada yang salah asalkan caranya melalui prestasi dan sikap baik, plus tidak menjatuhkan orang lain.

  7. Wah bermanfaat banget ini informasinya. Kebetulan keponakan saya ada yang rencana lanjut S2 nanti setelah tamat S1. Saya ijin berikan artikel ini ke dia ya.

  8. Phai Yunita S Wijaya menulis:

    Nah ini penting banget bagi beasiswa hunter macam saya dulu. Sayangnya belum kesampaian hihi. Tapi ini sangat penting banget diterapkan. Aku setuju juga kalau kita harus menjalin hubungan yang baik dulu pada dosen, supaya beliau mudah menuliskan surat rekomendasi yang diminta.

  9. Biasanya mahasiswa yang aktif yang sering diminta tolong untuk hal begini. Hehe… Nah sekarang ga ada salahnya ya kita coba aktif di salah satu bidang yang kita sukai, selain bisa kenal dengan dosen, juga biar dikenal oleh almamater. Hehe…

  10. Penting menjadi mahasiswa yang mempunyai komunikasi dan dikenal baik oleh dosen agar salah satunya bisa mudah dalam membuat surat rekomendasi untuk Beasiswa, selain itu berprestasi juga harus agar tidak mau-maluin juga ya pas minta surat rekomendasinya

  11. Kalau pengalaman saya sih, dosen itu umumnya mau membantu mahasiswa, membuat rekomendasi salah satunya. Tapi memang kita sebagai yang meminta harus berpandai-pandai. Minta dengan sopan sesuai dengan tips yang ada diatas, juga lihat kesibukan dan suasana hati dosen jg. Sabar dan jangan mendesak2.

  12. Berarti harus cari dosen yang dekat ya dengan kita. Setuju dengan kalimat cari muka ke dosen. Tentu dengan artian baik ya

  13. Musthofa menulis:

    Wah bagus ini. Lengkap. Saya pernah diminta mahasiswa cuma dikasih blanko saja. Tidak ada informasi gmn2 😅

  14. Di satu sisi dosen yang baik sebenarnya sangat membantu mahasiswanya, apalagi persoalan beasiswa. Gak peduli sebelumnya udah akrab sama mahasiswanya atau asing sama sekali pasti kalau buat kebaikan mahasiswa akan mendukung dan gak akan mempersulit ya.
    Kalau di sisi mahasiwa memang bner sebaiknya menjalin hubungan baik, minimal kalau ketemu dosennya di luar kelas jangan pura2 gak kenal, eh pas butuh bingung 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *