Article Tips and Tricks

Gaya Hidup Minimalis: Cara Membuat Hidup Lebih Sederhana dan Berkelimpahan

Akhir-akhir ini, kita seringkali mendengar ungkapan “gaya hidup minimalis”. Seperti apa sih gaya hidup minimalis itu? Dan mengapa kita perlu menerapkan gaya hidup ini?

Setiap orang memang berhak memilih gaya hidupnya masing-masing. Tapi, siapa sih yang menolak untuk memiliki haya hidup yang berpengaruh pada kebahagiaan kita.

Hidup minimalis adalah gaya hidup yang semakin populer belakangan ini. Konsep ini melibatkan memilah dan meminimalkan kepemilikan barang-barang serta gaya hidup sederhana yang fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan memberikan nilai lebih pada hidup. 

Seperti kata Francine Jay, “Having less stuff is the key to happiness.” Mau coba mempraktikkannya?

Tips tentang Cara Hidup Minimalis

Berikut adalah beberapa tips tentang cara hidup minimalis dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Mulai dengan yang sederhana

Hidup minimalis bukanlah tentang melepaskan semua barang-barang kamu dalam satu malam. Mulailah dengan memilih satu ruangan atau kategori barang dan berfokus pada itu. Misalnya, buang semua barang yang sudah tidak kamu gunakan selama 6 bulan terakhir, atau jangan membeli barang baru kecuali jika benar-benar kamu butuhkan.

Studi yang dilakukan oleh Greenberg & Baron (2008) menunjukkan bahwa kelebihan barang-barang atau benda-benda di sekitar kita dapat membuat seseorang merasa tidak nyaman dan tidak bahagia. Sedangkan dengan mengurangi jumlah barang-barang yang tidak perlu dan memfokuskan diri pada hal-hal yang lebih sederhana, seseorang dapat merasa lebih tenang dan damai.

2. Fokus pada kebahagiaan dan nilai hidup

Ketika ingin meminimalkan barang-barang yang kamu punya, penting untuk fokus pada hal-hal yang benar-benar penting dan memberikan nilai pada hidup. Hal ini akan membantu kamu memfokuskan hidup pada hal-hal yang benar-benar penting dan membuat kamu bahagia. Pertimbangkan untuk memberikan prioritas pada keluarga, teman, kegiatan yang kamu nikmati, atau hobi kamu.

Seperti pada penelitian oleh Dunn, Aknin, & Norton (2014) menunjukkan bahwa membelanjakan uang untuk pengalaman, seperti perjalanan atau makan malam dengan teman, lebih meningkatkan kebahagiaan daripada membelanjakan uang untuk barang-barang material.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa memilih gaya hidup minimalis dengan meminimalkan pembelian barang-barang yang tidak diperlukan dapat meningkatkan kebahagiaan.

3. Kurangi gangguan dan distraksi

Hidup minimalis juga berarti mengurangi gangguan dan distraksi dari kehidupan sehari-hari. Misalnya, kurangi waktu yang kamu habiskan di media sosial atau TV, atau bersihkan ruang kerja atau kamar tidur dari benda-benda yang tidak perlu. Dengan mengurangi distraksi, kamu dapat fokus pada tugas yang benar-benar penting dan meningkatkan produktivitas kamu.

4. Kembangkan kebiasaan hidup minimalis

Hidup minimalis tidak hanya tentang membuang barang-barang atau melakukan kegiatan tertentu, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan yang tepat. Misalnya, terapkan prinsip “satu masuk, satu keluar” pada barang-barang yang kamu miliki. 

Artinya ketika kamu membeli barang yang baru, singkirkan barang lama yang sudah tidak kamu perlukan. Kamu bisa memberikannya kepada orang lain yang membutuhkan. Selain itu, kamu juga dapat melakukan pembersihan kecil setiap hari. Dengan mengembangkan kebiasaan hidup minimalis, kamu akan dapat mempertahankan kehidupan sederhana dan lebih teratur.

5. Pertimbangkan manfaat hidup minimalis

Hidup minimalis tidak hanya menguntungkan kehidupan sehari-hari kamu, tetapi juga dapat memiliki manfaat jangka panjang seperti membantu mengurangi stres, meningkatkan kesehatan mental dan fisik, dan memperbaiki hubungan sosial. Dengan mempertimbangkan manfaat hidup minimalis, kamu akan lebih termotivasi untuk menjalani hidup dengan lebih sederhana dan teratur.

BACA JUGA : Tips Tidur Nyenyak dan Berkualitas di Malam Hari

Manfaat Hidup Minimalis

Hidup minimalis bukanlah tentang melepaskan segalanya, tetapi tentang memilih apa yang benar-benar penting dan memberikan nilai pada hidup. Dengan meminimalkan kepemilikan barang, fokus pada kebahagiaan dan nilai hidup, mengurangi gangguan dan distraksi, mengembangkan kebiasaan hidup minimalis, dan mempertimbangkan manfaatnya, kamu dapat membuat hidup lebih sederhana, teratur, dan berkelimpahan.

Hidup minimalis juga dapat membantu dalam merencanakan keuangan dan mencapai tujuan keuangan jangka panjang, seperti membeli rumah atau pensiun lebih awal. Dengan mengurangi pengeluaran untuk barang-barang yang tidak kamu perlukan, kamu dapat menghemat uang dan mengalokasikannya untuk hal-hal yang lebih penting dalam hidup kamu. 

Dalam bukunya yang berjudul The Joy of Less: A Minimalist Guide to Declutter, Organize, and Simplify”, Francine Jay menekankan bagaimana hidup minimalis dapat membantu kita memperoleh kebebasan finansial. Dia menunjukkan bahwa dengan mengurangi pengeluaran, kita dapat menghemat uang untuk hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup kita. Selain itu, hidup minimalis juga dapat membantu kita mengurangi pengeluaran rutin, seperti biaya listrik, air, dan pengeluaran lainnya.

Selain itu, hidup minimalis juga dapat membantu dalam mengurangi dampak lingkungan dan memberikan kontribusi positif pada lingkungan. Dengan mengurangi konsumsi dan limbah, kamu dapat membantu mengurangi polusi dan kerusakan lingkungan yang dapat terjadi akibat produksi dan pembuangan barang-barang yang tidak perlu.

Penutup

Gaya hidup minimalis adalah cara hidup yang sederhana, teratur, dan berkelimpahan yang dapat memberikan banyak manfaat bagi kehidupanmu dan lingkungan. Dengan mengaplikasikan tips di atas, kamu dapat memulai perjalanan hidup minimalis dan mencapai kehidupan yang lebih baik dan lebih bermakna.

Namun, perlu kamu ingat bahwa gaya hidup minimalis tidak sama dengan hidup dalam kemiskinan. Gaya hidup minimalis mengajarkan seseorang untuk hidup dengan memenuhi kebutuhan dasar dan meminimalkan barang-barang yang tidak perlu, sedangkan hidup dalam kemiskinan mengacu pada kondisi ketika seseorang tidak memiliki cukup sumber daya untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Sumber:

Greenberg, M., & Baron, R. A. (2008). Behavior in organizations: Understanding and managing the human side of work. Prentice Hall.

Dunn, E. W., Aknin, L. B., & Norton, M. I. (2014). Spending money on others promotes happiness. Science, 319(5870), 1687-1688. doi:10.1126/science.1150952

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

1 Komentar

  1. […] BACA JUGA : Gaya Hidup Minimalis: Cara Membuat Hidup Lebih Sederhana dan Berkelimpahan […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *