Article

Wujudkan Green Economy Indonesia Bersama APRIL Group

Bukanlah hal yang mengherankan apabila bumi yang telah berusia miliaran tahun ini akan kehabisan sumber daya alam. Bukan hanya disebabkan oleh gas rumah kaca dan pemanasan global, tetapi juga adanya proses produksi dari industri pabrik yang memberikan dampak negatif terhadap lingkungan.

Oleh karena itu, sumber daya alam menjadi perhatian yang krusial bagi pemerintah. Selama ini, manusia melakukan pemakaian sumber daya alam secara eksploitatif sehingga tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada perekonomian Indonesia.

Berbagai macam upaya dilakukan agar sumber daya alam di bumi tidak cepat habis. Salah satunya adalah mewujudkan gagasan green economy atau ekonomi hijau.

BACA JUGA : Era New Normal, Kerja di Coworking Space Lebih Fleksibel dan Tetap Produktif

Apa Itu Green Economy?

Green environmental icons/ freepik.com

Green economy adalah sebuah konsep yang menciptakan dunia rendah emisi berkelanjutan yang bermanfaat bagi masyarakat dan planet kita. Konsep ini menyiratkan perlunya pertumbuhan ekonomi sekaligus mengurangi tekanan yang tidak berkelanjutan terhadap kualitas dan kuantitas sumber daya alam kita.

April Group, sebuah perusahaan terkemuka asal Singapura dengan kantor perwakilan di Jakarta memiliki peranan penting dalam kemajuan green economy di Indonesia. Pada 2015, produsen produk pulp dan kertas terbesar ini menetapkan kerangka kebijakan yang memandu pelaksanaan pengelolaan hutan. Sustainability policy yang mereka terapkan menjadi bagian dari solusi di mana Indonesia dapat mencapai keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pengelolaan lingkungan.

Bersama para pemasok seratnya, APRIL Group berkomitmen di antaranya, melarang adanya pengrusakan hutan (deforestasi), tidak melakukan pengembangan baru pada lahan gambut, mengembangkan kawasan yang tidak berhutan, serta menghentikan seluruh pengambilan kayu hutan alam.

Perusahaan ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lainnya untuk bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan dari hasil pengelolaan industrinya. Kebanyakan dari kegiatan perusahaan hanya mementingkan keuntungan pribadi tanpa memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.

BACA JUGA : Dengar Alam Bernyanyi, Mari Lindungi Hutan Indonesia

Upaya APRIL Group Sejalan dengan SDG’s

Dalam rangka penghijauan ekonomi, gagasan green economy juga menggunakan indikator Sustainable Development Goals (SDG’s). Hal ini selaras dengan manfaat dari kegiatan usaha APRIL yang berdampak langsung pada 41 target yang ada dalam 15 tujuan SDG’s.

41 target tersebut juga merupakan serangkaian indikator dalam mencapai target APRIL2030. Indikator tersebut diantaranya, dukungan positif bagi iklim, lanskap yang berkembang, kemajuan yang inklusif, dan pertumbuhan berkelanjutan.

Adapun peran APRIL untuk mencapai indikator tersebut sebagai berikut:

1. Mencegah Terjadinya Perubahan Iklim

Telah banyak penelitian yang membuktikan bahwa iklim di Indonesia telah mengalami perubahan. Perubahan curah hujan, siklus kekeringan, terjadinya monsun Australia dan El Nino Southern Oscilliation (ENSO) yang menyebabkan banjir hingga merusak produksi pertanian di Indonesia.

Indonesia diperkirakan akan mengalami peningkatan suhu sekitar 0,8 derajat celcius pada tahun 2030. Selain itu, pola curah hujan diprediksi akan berubah, dengan musim hujan berakhir lebih awal dan panjang musim hujan menjadi lebih pendek.

Perubahan iklim ini akan mempengaruhi sektor ekonomi, sektor pertanian khususnya tanaman pangan, serta berdampak dalam hal jumlah penduduk miskin. Orang miskin adalah yang pertama menderita dari adanya perubahan iklim tersebut. Sebab, curah hujan yang tertunda akan menghasilkan musim paceklik yang lebih panjang.

Selain itu, ketidakstabilan harga akan memukul para petani yang menghabiskan lebih dari 50 persen pendapatan mereka untuk membeli beras yang mahal. Melihat dampak buruk akibat perubahan iklim, April Group menargetkan iklim positif yang secara drastis menurunkan emisi karbon di tahun 2030.

Adapun tindakan yang mereka lakukan di antaranya:

  • mewujudkan nol emisi bersih dari pemanfaatan lahan dengan mengoptimalkan penyerapan dan penyimpanan karbon
  • 90% kebutuhan energi dari pabrik yang mereka hasilkan berasal dari sumber energi terbarukan
  • menurunkan kadar emisi karbon pada produknya hingga 25%
  • memenuhi 50% kebutuhan energi pada kegiatan operasional serat dari sumber-sumber energi yang lebih bersih dan terbarukan

2. Mengusung Upaya Konservasi Alam

save the planet illustration/freepik.com

Mengapa perlu adanya konservasi alam? tentu saja untuk melindungi bumi kita dari adanya perubahan iklim. Untuk melestarikan bumi, kita perlu mengurangi jumlah kerusakan yang timbul akibat ulah manusia terhadap lingkungan.

Selain itu, konservasi alam sangat dibutuhkan untuk melindungi satwa langka dan mempertahankan keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Beberapa spesies langka tidak dapat bertahan hidup di luar habitat alami mereka. Pelestarian habitat ini akan membantu mencegah kerusakan seluruh ekosistem.

Tak hanya itu, salah satu alasan yang cukup penting dengan adanya upaya konservasi alam adalah dampaknya bagi kesehatan manusia. Baik dalam mencegah munculnya penyakit baru, maupun produksi obat-obatan yang kebanyakan berasal dari hutan. Jika kita melindungi alam, sama dengan melindungi orang-orang di sekitar kita dari beragam jenis penyakit.

Untuk itu, April Group mengupayakan konservasi sebagai bagian dari perlindungan aktivitas produksi mereka.

  • Sebagian pendapatan dari hutan tanaman industri mereka akan digunakan untuk upaya restorasi dan koservasi hutan
  • Memastikan tidak adanya kawasan hutan lindung yang hilang
  • Mendukung perlindungan dan konservasi satwa liar termasuk spesies langka
  • Berinvestasi di bidang penelitian budidaya hutan guna mencapai kenaikan 50% pada produktivitas serat dari hutan tanaman industri

3. Menghapuskan Kemiskinan dan Mengurangi Stunting

Men begging illustration/freepik.com

Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memprediksi tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81 persen atau setara 29,3 juta penduduk.

Di sisi lain, angka prevalensi stunting di Indonesia cukup tinggi. Meskipun telah mengalami penurunan, dari 30,8 persen pada 2018 menjadi 24,4 persen pada 2022, angka prevalensi stunting masih di atas standar yang ditoleransi WHO, yaitu di bawah 20 persen.

Penyebabnya ada pada tingginya angka anemia dan kurang gizi pada remaja putri sebelum menikah. Sehingga pada saat hamil mereka menghasilkan anak stunting.

Oleh karena itu, untuk membantu pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan dan angka stunting, April berperan menghapuskan kemiskinan ekstrem di masyarakat yang berada dalam radius 50 km dari wilayah operasional mereka. Selain itu, April juga berfokus menurunkan angka prevalensi stunting pada anak balita di Provinsi Riau hingga 50%,

4. Mendorong Pendidikan dan Layanan Kesehatan Berkualitas

illustration/freepik.com

Untuk mencetak generasi penerus bangsa yang maju dan cerdas, perlu adanya peningkatan dalam hal pendidikan. Pendidikan menjadi faktor penting dan kebutuhan pokok bagi setiap warga negara.

Oleh karena itu, April berupaya mendorong pendidikan berkualitas dengan menjadikan sekolah-sekolah yang mereka dukung berhasil mencapai peringkat 10% di atas peringkat PISA nasional.

Disamping mendorong pendidikan berkualitas, April juga meningkatkan akses pada layanan kesehatan primer untuk membantu masyarakat desa dalam menjaga kesehatan di Riau.

5. Mengurangi Limbah

Water pollution with plastic bags in river/freepik.com

Salah satu hal yang cukup meresahkan lingkungan adalah produksi limbah yang berlebihan. Baik dari dalam rumah maupun limbah dari industri. Limbah industri maupun domestik bisa menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan yang tidak hanya membahayakan manusia tetapi seluruh ekosistem yang ada.

Oleh karena itu, perlu adanya pengelolaan limbah agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang produksi kertas, April berkomitmen untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan efisiensi penggunaan bahan/materi yang mereka gunakan.

Perusahaan ini juga memanfaatkan 20% limbah tekstil serta mengurangi limbah padat yang dibuang ke tempat pembuangan akhir hingga 80%.

sumber:

https://www.aprilasia.com/en/

https://reliefweb.int/report/indonesia/climate-change-profile-indonesia

https://money.kompas.com/read/2021/12/09/091539726/riset-ideas-angka-kemiskinan-ri-melonjak-di-2022?page=all

https://paudpedia.kemdikbud.go.id/berita/prevalensi-stunting-indonesia-2022-masih-diatas-standar-who-37-pasangan-usia-subur-alami-anemia?id=812&ix=11

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *