Article

Alasan Orang Masih Percaya Zodiak, Meski Tahu Hanya Hiburan

Kita seringkali membaca horoskop atau zodiak setiap hari. Membacanya dengan hikmat dan mempercayainya. Meski tahu itu semua hanyalah hiburan semata.

Apakah kamu termasuk orang yang suka membaca ramalan zodiak atau horoskop di Instagram atau media sosial lainnya? Ada beberapa alasan orang masih percaya zodiak. Misalnya, dalam postingan tersebut, zodiak kamu katakanlah “Aries” menunjukkan situasi yang menggambarkan dirimu saat ini. Lalu kamu merasa “wah, ini bener banget!” Padahal, kamu tahu itu ramalan kuno yang tidak ada artinya sama sekali.

Secara psikologi, kepuasan semacam itu membuat kamu dengan mudah percaya dengan apa yang ada dalam horoskop. Berbagai macam studi menunjukkan bahwa ada beberapa alasan mengapa manusia di zaman modern ini masih mempercayai ramalan kuno itu.

Sebelum membahas lebih jauh, kita cari tahu dulu yuk asal-usul zodiak.

Asal Usul Zodiak, Horoskop, dan Astrologi

Zodiac circle with horoscope signs/freepik.com

Bangsa Babilonia merupakan astronom besar pertama yang menciptakan roda zodiak. Mereka percaya bahwa kepribadian dan masa depan berhubungan dengan benda-benda langit saat seseorang lahir. Pada sekitar akhir abad ke-5 SM, para astronom Babilonia membagi ekliptika menjadi 12 tanda yang sama dengan 12 bulan dalam setahun.

Setiap tanda berisi 30 derajat bujur langit yang menciptakan sistem koordinat langit. Orang Yunani kemudian menyebutnya sebagai zodiak yang berasal dari kata zodiakos kyklos, alias “lingkaran binatang”. 12 rasi bintang dalam zodiak tersebut yang sudah tidak asing lagi di antaranya: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, Virgo, Libra, Scorpio, Sagitarius, Aquarius, dan Pisces.

Seiring berkembangnya ilmu dan teknologi, manusia tidak lagi mengandalkan langit untuk memprediksi pola tertentu. Kehadiran astrologi menjadi sebuah sistem yang mampu menghubungkan gerak-gerik benda langit dan nasib manusia.

Di kota Alexandria, Mesir, para ilmuwan menciptakan astrologi Horoskopik dengan menggabungkan astrologi Babilonia dengan tradisi zodiak Dekanik Mesir. Mereka kemudian membaginya menjadi 36 bagian masing-masing 10 derajat.

Dalam astrologi Helenistik kuno, perhitungan derajat ufuk timur yang naik dengan latar belakang ekliptika pada saat tertentu dikenal sebagai “the ascendant”. Dalam bahasa Yunani kuno, kata “ascendant” adalah horoskopos. Nah, darisitulah kata horoskop berasal.

Astrologi horoskopik inilah yang digunakan untuk merencanakan grafik astrologi untuk yang memvisualisasikan posisi bintang, matahari, dan bulan pada saat kelahiran seseorang. Bagan kelahiran ini digunakan untuk membaca ciri-ciri karakter dan nasib seseorang.

BACA JUGA : Bebaskan Indonesia dari Darurat Perokok Anak

Kenapa Banyak Orang Percaya Zodiak?

Taurus symbol horoscope/freepik.com

Meski tidak dapat dibuktikan secara ilmiah, astrologi adalah industri yang bernilai milaran dolar di seluruh dunia. Di India sendiri, industri ini cukup besar terlebih lagi dengan munculnya teknologi digital. Perlu ditekankan bahwa astrologi bukanlah ilmu atau sains, melainkan sebuah seni.

Sebuah studi menunjukkan bahwa 58 persen orang Amerika berusia 18-24 tahun percaya astrologi itu ilmiah. Studi ini juga bilang kalau skeptisisme astrologi menurun. Lantas, mengapa orang masih percaya dengan ramalan zodiak? Berikut beberapa alasan menurut psikologi.

1. Respon Terhadap Stress dan Kecemasan

Sebuah studi menunjukkan bahwa orang sering beralih ke astrologi sebagai respons terhadap stress dan kecemasan. Sebab, astrologi mampu membawa rasa kepastian tentang apapun yang tengah terjadi dalam hidup kita.

Menurut sebuah studi tahun 2017, stres berasal dari kecemasan kita tentang masa depan. Selain itu, studi tahun 2016 juga menemukan bahwa kecemasan tentang sesuatu yang negatif bisa lebih membuat stres daripada mengetahui hal itu pasti terjadi. Oleh karenanya, seseorang membutuhkan kepastian.

Di satu sisi, otak manusia terprogram untuk mencari kepastian. Itulah sebabnya beberapa orang memiliki kecenderungan untuk menafsirkan berbagai macam peristiwa hidupnya.

Astrologi tidak memberikan jawaban yang pasti, melainkan memberikan penjelasan yang bermakna tentang situasi yang membingungkan. Selain itu, astrologi mampu memberikan kepastian masa depan. Oleh karenanya, ketika orang mencari tahu tentang zodiak mereka, ia mampu mengurangi perasaan cemas dan tertekan karena telah mendapatkan kemungkinan jawabannya.

2. Membantu Memvalidasi Konsep Diri

Masa remaja adalah masa di mana seseorang mencari identitas dan jati dirinya. Dari sinilah astrologi masuk. Profesor Psikologi DeVry University, Kim Lamana menjelaskan bahwa orang-orang, terutama kaum muda, percaya dengan zodiak karena dapat memberi identitas dan membantu untuk mendefinisikan siapa mereka sebagai individu.

Studi lain juga menunjukkan bahwa astrologi sangat mempengaruhi dan bahkan memvalidasi konsep diri seseorang, serta meningkatkan kepastian tentang kepribadian mereka. Ini mungkin menjelaskan bahwa orang yang mengalami kesadaran diri yang lebih rendah, lebih cenderung percaya pada astrologi atau tanda zodiak.

BACA JUGA: Dengar Alam Bernyanyi, Mari Lindungi Hutan Indonesia

3. Mudah Terpengaruh Pakar atau Ahli

Umumnya, orang akan mempercayai apa yang diberitahukan pakar atau ahli kepada kita. Sejak kecil kita sering mendengarkan perintah orang tua dan menjalankannya. Mereka yang percaya pada zodiak menganggap bahwa astrologi sebagai ahli yang pernyataannya tidak mungkin salah.

4. Senang Menghubung-hubungkan alias Cocoklogi

Sebagai manusia, kita semua rentan terhadap apa yang disebut psikolog sebagai “validasi subjektif” di mana terjadi ketika dua peristiwa yang tidak berhubungan bisa terhubung karena adanya keyakinan atau ekspektasi. Dengan kata lain, kita sendiri yang menghubung-hubungkan persepsi kepribadian diri dengan isi horoskopnya.

Ketika kamu membaca horoskop yang tidak sesuai dengan kepribadian kamu, maka kamu akan mengabaikan atau bahkan tidak mempercayainya. Namun, apabila secara ‘kebetulan’ isinya sama dengan situasi kamu sekarang, maka timbul rasa senang dan puas.

So, itu dia alasan kenapa orang masih percaya ramalan zodiak. Apakah kamu termasuk di dalamnya?

sumber:

https://www.discovermagazine.com/mind/why-are-people-so-into-astrology-all-of-a-sudden

https://theswaddle.com/why-do-people-still-believe-in-astrology/#:~:text=As%20Christopher%20French%2C%20Professor%20of,sense%20of%20control%20is%20illusory.%E2%80%9D

https://www.learnreligions.com/astrology-and-psychology-4079970

https://mymodernmet.com/history-of-astrology/

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

1 Komentar

  1. Thank you so much to the author of this site for publishing this excellent article here.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *