Uncategorized

Kehilangan (?)

http://motivaksi.blogspot.co.id/

Saat bangun dari tidurku, saya mulai menyadari satu hal. Saya tidak sedang bermimpi dan apa yang saya alami benar-benar nyata. Saya sungguh merasa kehilangan sesuatu yang pernah kuanggap akan menjadi milikku selamanya. 

Hari-hari yang kulalui tidak seperti biasanya. Kurang semangat. Sepi. Tapi saya selalu menyadari bahwa kesepian bukanlah hal yang harus dikeluhkan. Bukan pula hal yang perlu disesalkan. Tidak bisakah saya menjalani kehidupan seperti biasanya? Di saat sebelum Allah menghadirkan sesuatu itu dalam diri saya. Di saat sebelum Allah memberikan rasa kenyamanan itu dalam hati saya. Tapi dibalik semua itu, keyakinanku pada Allah lebih dari segalanya. Aku yakin janji Allah pasti akan datang.

Seperti itulah kira-kira ketika harus mengalami kehilangan. Ini bukan yang pertama, sebab Allah telah memberiku ujian yang sama sebelumnya. Tapi saya pikir ujian ini tingkatannya lebih rumit. Sementara Allah menjanjikan kedudukan yang lebih tinggi bagi setiap mukmin yang mampu melewati ujian tanpa melanggar aturanNya. Dan kejadian inilah yang membuatku sadar bahwa segala sesuatu tidak akan terjadi begitu saja. Tidak akan pernah sia-sia. Allah punya rencana yang selalu baik untuk kita. Maka beruntunglah bagi orang yang dapat memetik hikmah dari peristiwa yang dialaminya. Dan saya berharap, kau, sama seperti apa yang kulakukan.

Saya lalu teringat ketika Marya (dalam novel yang ditulis Hendrasmara—sebuah kisah yang nyata) harus kehilangan orang yang sangat dicintainya. Semangat Marya dalam menjalani kehidupan setelah kematian Pierre, suaminya tak pernah padam meski dalam dirinya sebuah hati telah remuk dan hancur berkeping-keping. Jika Marya yang masih kuat walaupun harus dipisahkan dengan suami oleh kematian, mengapa saya yang hanya dipisahkan oleh keadaan harus merenungi masa lalu dan bersedih? Tidak. Itu tidak akan kubiarkan. Biarlah semua berlalu dan yang ada hanya masa depan.

Setelah menuliskan ini, hati saya lebih segar. Semoga yang merasa kehilangan, bisa segera melupakan. Allah pasti akan menggantikan dengan sesuatu yang jauh lebih baik.

Gowa|23/07/2017|06:47 WITA

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *