Article

Koala Kumal-nya si Radit

Gue nggak tahu sejak kapan suka sama Raditya Dika. Si Manusia Salmon yang tiap harinya ngebuli diri sendiri (lebih baik ngebuli diri sendiri daripada dibuli orang lain). Si Koala Kumal yang selalu ceritain kisah ektreemnya di dunia percintaan.

Betapa tragisnya hidup si Radit. Di buli sama fans-fansnya, dia fine-fine aja! Termasuk gue! Pertanyaan besar, kenapa gue ngefans sama dia? Bukan karena dia ganteng. Bukan! Sama sekali bukan! Bahkan adek gue bilang, dia memang mirip sama koala saat adek gue liat wujud dia dinovelnya berjudul ‘Koala Kumal’. Gue ngakak habis-habisan.

“Ngapain lo ketawa-ketawa sendiri?” tanya adik gue saat liat lagi ngakak sendirian di depan rumah. Maklum lagi jomblo, jadi gue sendirian aja bareng novelnya Radit sembari menatap awan dan merenung betapa malangnya nasib sang jomblo.

“Lagi baca novelnya Radit,” jawabku cuek.

“Mukanya Radit kek gimana, sih? Penasaran gue. Fansnya banyak, pasti mukanya ganteng.” Dia langsung ngerampas novel bersampul hijau itu.

“Oh… yang ini Raditya Dika?!” katanya sambil ketawa.

“Lho, kok ketawa?”

“Nggak! Gue cuma ketawa aja!” Udah gitu aja percakapan. Dia langsung pergi dan masuk ke dalam rumah. Entah apa sebab dia ketawa liat mukanya Radit. Kalau menurut gue sih, dia lagi M!!

Oh iya. Gue sampe lupa. Alasan gue suka sama Radit itu… ya… karena dia mirip sama mantan gue. Tepat sekali! Dia mirip banget mantan gue kalau lagi makan. Makannya nggak rakus sih, cuma anarkis banget, gue hampir aja dimakan kalau tidak pindah tempat duduk saat itu juga. Kalau jalan juga sok cool banget dan pantatnya miring sedikit. Kalau tidur, mukanya menghadap ke kiri, tangannya ke kanan, mulutnya monyong lima senti, dan kakinya ke atas. Gimana bentuknya ya? Apalagi kalau ngupil. Upilnya sebesar adonan kue. Tinggal dikasih tepung dan sayuran aja, udah hampir jadi ‘jalang kote’. Tapi sayangnya, seumur-umur, gue belum pernah ketemu sama Radit. Pernah sekali, di sebuah acara. Itu pun cuma sepatunya doang yang keliatan.

Ya, semenjak gue baca Koala Kumal-nya Radit. Semua perhatian gue tersita sama cerita dalam novel itu. Gue ngebayangin, gimana jadinya kalau gue jadi Raditya Dika. Yang setiap harinya diwarnai dengan kegalauan, kesendirian, kebisingan. Tapi untung banget, saat itu gue langsung keinget, kalau ternyata masih ada yang lebih tragis kisah cintanya dibanding gue.

Baik. Gue nggak perlu cerita panjang lebar. Ini kisah cinta yang nggak bakal pernah lo bayangin akan terjadi sama cewek anggun dan melankolis kayak gue. Bedalah dengan cerita-cerita serial film india di Antv. Setelah muncul Mahabharata, cerita tentang lima anak pandu yang menikah dengan satu wanita, ada Shakuntala, entah ceritanya kek gimana yang jelas ada kicah percintaannya. Lalu muncul Jodha Akbar, yang awalnya mereka saling benci, dijodohin karena politik, lalu lama-lama jadi cinta. Dulu, gue sering banget ngikutin film ini, tapi karena malas liat si Rukayya yang kadang baik kadang jahat, lama-lama gue jadi berubah baik, berubah jahat juga!

Setelah itu muncul, kalau nggak salah, siapa sih tuh yang manusia kera. Bukan kera sakti. Dewa kera. Ah, lupa namanya. Itu loh… Tepat! Hanoman. Gue nggak pernah ngikutin. Trus muncul lagi, Krisna, dan masih banyak lagi deh (maklum, gue pengamat media). Saat ini gue sedang suka-sukanya nonton Beintehaa, Mahaputra, Surya Putra Karna, Ashoka. Rentetan serial film yang gue tonton sambil tangan gue tak tik tuk keyboard. Jadi, mata gue ke tipi, tangan gue ke laptop. Mantap banget!

Aduh! Kok malah bahas film india. Gagal fokus! Baik, kita kembali ke masalah percintaan gue. Nggak penting, sih. Tapi, ini untuk pelajaran juga bagi follower gue di blog, instagram, facebook, twitter, dan line. Bahwa nge-jomblo itu enak lho. Bisa bebas ngapa-ngapain. Nggak gampang patah hati. Tapi sering di PHP-in. Kayak cerita di koala kumal-nya Radit. Kalau mau tahu ceritanya, baca aja sendiri. Nggak punya duit beli? Kasian. Pinjam dong! Gue aja pinjam di perpustakaan.

-___-

Cerita ini hanya fiktif belaka. Kalau ada kesamaan nama, tempat, alamat, mungkin itu hanya perasaan Anda.

dilabahar

I’m Dila Bahar. Working as a journalist, editor and freelance writer. Magister Communication Science at UGM.

Yuk, baca ini juga!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *